Apa Itu Mindset dan Pentingnya Mindset Dalam Hidup

Apa itu mindset? Mindset itu bisa disebut dengan berbagai istilah seperti pola pikir, paradigma, dan mental model. Definisinya adalah cara pandang terhadap sesuatu. Bisa juga diartikel sebagai cara berpikir yang akan menentukan bagaimana cara mengambil keputusan, bertindak, dan emosi seseorang. Atau bisa dikatakan pola pikir akan membentuk perilaku.

Semenjak buku Growth Mindset diterbitkan dan populer, banyak yang mengira bahwa mindset itu hanya ada dua, yaitu Fixed Mindset dan Growth Mindset. Sebenarnya tidak, ini hanya salah satunya saja. Mindset itu sebenarnya tidak terbatas. Akan sangat banyak, sesuai dengan konteksnya.

apa itu mindset

Fixed Mindset mengatakan bahwa kemampuan seseorang telah ditentukan sebelumnya dan tidak dapat diubah, sedangkan Growth Mindset mengatakan bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha dan pembelajaran.

Sebenarnya mindset itu bukan hanya 2 itu. Masih banyak yang lainnya. Berikut 30 contoh klasifikasi atau jenis mindset:

  1. Positive mindset
  2. Growth mindset
  3. Change mindset
  4. Fixed mindset
  5. Success mindset
  6. Winning mindset
  7. Leadership mindset
  8. Entrepreneurial mindset
  9. Can-do mindset
  10. Problem-solving mindset
  11. Creative mindset
  12. Resilient mindset
  13. Growth-oriented mindset
  14. Solution-focused mindset
  15. Open-minded mindset
  16. Innovative mindset
  17. Resourceful mindset
  18. Proactive mindset
  19. Adaptive mindset
  20. Growth-driven mindset
  21. Goal-oriented mindset
  22. Strategic mindset
  23. Collaborative mindset
  24. Persistent mindset
  25. Determined mindset
  26. Focused mindset
  27. Confident mindset
  28. Growth mindset culture
  29. Mindset shift
  30. Mindset transformation

Dan saya yakin, jika dikembangkan akan masih bertambah.

Pada artikel ini, saya tidak akan membahas setiap mindset karena akan sangat panjang. Namun sesuai judul, Anda memahami apa itu mindset dan pentingnya mindset dalam hidup Anda.

Pentingnya Mindset Dalam Hidup

Sekarang kita akan bahas bagaimana mindset akan mempengaruhi hidup kita. Jika mindset kita baik, maka yang lainnya akan baik. Bagaimana bisa? Itu akan dijelaskan disini.

Semua Orang Memiliki Mindset

Ada sebagian orang yang tidak peduli dengan mindset dan menganggap mindset tidak penting. Anggapan bahwa “mindset tidak penting” itu sebenarnya mindset sendiri.

Katanya, “untuk sukses itu yang penting kerja keras dan pantang menyerah”.

Apa yang dia katakan (yang saya berikan tanda kutip) sebenarnya itu adalah mindset yang dia miliki. Sementara ada orang yang memiliki mindset yang berbeda tentang sukses.

Artinya semua orang akan memiliki mindset. Semua orang yang berpikir maksudnya. Karena setiap orang berpikir, bertindak, berbicara, bahkan emosinya, akan berdasar kepada set pemikiran yang ada di kepalanya, itulah yang disebut mindset.

Mindset Menentukan Prilaku dan Emosi

Pola pikir mempengaruhi bagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi dan orang lain, sehingga mempengaruhi perilaku mereka. Misalnya, seseorang dengan mindset berkembang lebih cenderung belajar dari kesalahan dan terus berusaha untuk meningkatkan keterampilannya, sedangkan seseorang dengan mindset tetap lebih cenderung menghindari risiko dan terus mengandalkan keterampilan yang ada.

Selain itu, pola pikir juga dapat mempengaruhi bagaimana seseorang menghadapi emosinya. Seseorang dengan mindset berkembang lebih mampu mengelola emosi negatif, seperti kekecewaan atau kemarahan, dengan cara yang produktif, misalnya dengan mencari solusi atau belajar dari suatu situasi.

Sementara itu, seseorang dengan mindset tetap lebih cenderung terpengaruh oleh emosi negatifnya dan mengelola emosinya dengan cara yang kurang produktif, seperti menyerah atau merasa tidak mampu.

Oleh karena itu, pola pikir positif dan terbuka membantu seseorang mengelola emosinya dengan baik dan bekerja secara produktif, sedangkan pola pikir negatif dan tertutup membuat seseorang mudah terombang-ambing oleh emosi negatifnya dan kurang produktif.

Intinya adalah

  • mindset membentuk perilaku (behavior)
  • perilaku membentuk hasil (result)

Jika digambarkan dalam bentuk grafis seperti ini:

Gunakan Mindset Sesuai Peran Kita

Misalnya mindset seorang karyawan dan pengusaha itu berbeda. Saya tidak mengatakan mana yang lebih baik. Tapi berbeda, sehingga kita perlu menerapkannya sesuai peran kita.

Seorang pengusaha maka gunakan mindset pengusaha, seorang karyawan maka gunakan mindset seorang karyawan. Juga mindset pengusaha sukses akan berbeda dengan mindset pengusaha yang gagal. Begitu juga mindset karyawan.

Bagi yang beralih profesi dari karyawan menjadi pengusaha, atau memiliki dua profesi (karyawan sekaligus pengusaha), kita jangan mencampur adukan kedua mindset ini.

Mindset pegawai biasanya berorientasi untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinannya sesuai dengan apa yang diatur dalam struktur organisasi. Sementara itu, pola pikir entrepreneur atau pengusaha lebih terfokus pada mencari peluang baru, menciptakan diferensiasi dan mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan.

Ketika seseorang dengan pola pikir karyawan membawa pola pikir ini ke dalam bisnis, mereka dapat berjuang untuk mengembangkan bisnisnya karena terlalu fokus pada cara yang ada dalam melakukan sesuatu dan tidak cukup terbuka untuk mencoba hal baru atau berpikir inovatif.

Di sisi lain, jika mindset kewirausahaan merasuk ke dalam pekerjaan karyawan, mereka terlihat bertentangan dengan struktur organisasi dan kurang terbuka untuk bekerja sesuai prosedur yang ada.

Itulah mengapa penting bagi seseorang untuk dapat menyesuaikan cara berpikirnya sesuai dengan situasi dan konteks.

Mindset Sukses dan Mindset Gagal

Sukses atau gagal kita, itu ditentukan oleh mindset kita. Jika Anda selama ini gagal atau hidup pada kondisi yang tidak sesuai dengan keinginan, bisa jadi ada mindset yang salah.

Orang yang sukses memiliki mindset-mindset sukses. Sebaliknya orang gagal memiliki mindset-mindset gagal.

Ada beberapa perbedaan pola pikir antara orang sukses dan orang gagal. Coba periksa, bagaimana sikap, perilaku, dan emosi saat ini. Dibawah beberapa contoh bagaimana mindset bisa menjadikan Anda gagal atau sukses.

Mindset Tetap dan Berkembang

Orang yang sukses biasanya memiliki mindset berkembang.

  1. Mindset: Mereka percaya bahwa kemampuan seseorang dapat dikembangkan. Tentu saja melalui usaha dan belajaran.
  2. Perilaku: Mereka tidak mudah menyerah dan selalu mencari cara untuk berkembang. Mereka berani dan optimis.
  3. Hasil: Mereka semakin berkembang ilmu dan kemampuannya dan peluang sukses lebih besar

Pada saat yang sama, orang yang gagal biasanya memiliki mindset tetap.

  1. Mindset: Mereka percaya bahwa kemampuan mereka telah ditentukan sebelumnya dan tidak dapat diubah.
  2. Perilaku: Mereka mudah menyerah dan tidak mau belajar dari kesalahan. Takut, khawatir, merasa tidak berdaya, dsb.
  3. Hasil: Mereka tetap tidak bisa, sementara tantangan semakin besar, akhirnya terpuruk.

Anda bisa lihat bedanya bukan?

Mindset Positif dan Negatif

Orang sukses biasanya memiliki mindset positif.

  1. Mindset: Melihat segalanya secara positif.
  2. Perilaku: Optimis, bahagia, percaya diri, dan mengambil tindakan.
  3. Hasil: Peluang sukses semakin besar.

Sementara orang-orang yang berpikiran negatif biasanya gagal.

  1. Mindset: Melihat segalanya secara negatif
  2. Perilaku: Penakut, sedih, minder, akhirnya tidak bertindak atau penuh keraguan.
  3. Hasil: jika tidak bertindak, maka tidak ada peluang sukses.

Artinya orang sukses memiliki mindset positif, yaitu memiliki pikiran-pikiran yang positif yang menjadikannya optimis dan percaya diri.

Mindset Pentingnya Kejelasan

Ketiga, orang sukses cenderung memiliki tujuan yang jelas dan terukur serta rencana yang matang untuk mencapainya.

  1. Mindset: Kejelasan adalah penting.
  2. Perilaku: Selalu memiliki tujuan yang jelas, rencana yang jelas untuk mencapainya, dan bertindak sesuai dengan rencana.
  3. Hasil: Jika bertindak ke arah yang jelas, rencana yang jelas, maka peluang sukses sangat besar.

Pada saat yang sama, orang yang gagal biasanya tidak memiliki tujuan yang jelas atau rencana yang matang untuk mencapainya.

  1. Mindset: Kejelasan tidak penting.
  2. Perilaku: Dia tidak memperhatikan kejelasan, tujuannya mengambang, dan tidak ada rencana. Tindakannya tidak jelas.
  3. Hasil: Jika tindakan tidak jelas, apa yang akan dihasilkan?

Mindset Pikiran Terbuka

Keempat, sikap orang sukses biasanya terbuka terhadap perubahan dan selalu siap beradaptasi dengan situasi yang berubah.

  1. Mindset: Terbuka dengan perubahan dan ide-ide baru itu penting.
  2. Perilaku: Akan selalu mempertimbangkan sesuatu yang baru.
  3. Hasil: Memiliki peluang berkembang dan meningkatkan hasil, karena mau melakukan hal yang baru.

Sedangkan orang yang gagal biasanya kurang terbuka terhadap perubahan dan tidak mau beradaptasi dengan situasi yang berubah.

  1. Mindset: Sesuatu yang baru itu beresiko.
  2. Perilaku: Mereka menutup rapat terhadap ide-ide baru. Akhirnya melakukan yang itu-itu saja.
  3. Hasil: ika melakukan hal yang sama terus, mengapa berharap hasil yang berbeda.

Artinya orang sukses memiliki mindset bahwa memiliki pikiran terbuka itu terpenting. Tidak kaku dan tertutup seperti yang dimiliki oleh orang yang gagal.

Mindset Saya Bisa (Can-do Mindset)

Can-do Mindset adalah pandangan di mana seseorang percaya pada kemampuan mereka untuk melakukan sesuatu.

  1. Mindset: Bahwa setiap orang bisa melakukan apa pun.
  2. Perilaku: Orang dengan Can-do Mindset (mentalitas bisa) selalu berusaha mencari solusi dan cara untuk menyelesaikan masalah, tidak pernah mengeluh dan tidak pernah menyerah.
  3. Hasil: Jelas peluang suksesnya akan lebih besar, karena dia akan bertindak.

Can-do Mindset sering dianggap sebagai salah satu kunci kesuksesan, karena orang dengan pola pikir bisa cenderung lebih antusias dan terbuka terhadap peluang baru.

Sementara orang gagal sering mengatakan saya tidak bisa.

  • Mindset: Kemampuan orang berbeda-beda, ada yang bisa ada yang tidak.
  • Perilaku: Jika tidak bisa, mereka tidak mencari cara, tetapi berhenti. Mengatakan “Saya tidak bisa”.
  • Hasil: Bagaimana mau berhasil jika tidak bertindak?

Mindset Bisnis dan Dagang

Ini sama dengan mindset pebisnis dan karyawan. Tidak ada yang salah atau benar, hanya saja akan memunculkan perilaku dan hasil yang berbeda.

Mindset dagang

  1. Mindset: Mendapatkan uang adalah dengan berjualan produk atau jasa sebanyak mungkin.
  2. Perilaku: Dia akan berjualan terus.
  3. Hasil: Mungkin akan mendapatkan uang sebanding dengan waktu yang dia gunakan untuk berjualan.

Mindset bisnis:

  1. Mindset: Menghasilkan uang itu dengan menjual produk atau jasa dengan menggunakan sistem dan team.
  2. Perilaku: Akan menjadi leader bagi teamnya dan memastikan sistem berjalan.
  3. Hasilnya: Dia tidak harus turun tangan sendiri, bisa membangun bisnis lainnya.

Banyak orang yang kerepotan mengurus 1 bisnis saja. Sementara saya mengenal seseorang yang punya 50 bisnis lebih. Kenapa? Karena mindset bisnis yang digunakan.

Dan Masih Banyak Mindset Lainnya

Jika dibahas semua akan sangat panjang. Tujuan artikel ini bukan membahas detil setiap mindset, tetapi memahami bagaimana pengaruh mindset terhadap keberhasilan. Awalnya membentuk perilaku, dan ujungnya akan mempengaruhi hasil.

Belajar Mengembangkan Mindset

Dalam pikiran kita tentu akan memiliki banyak sekali pemikiran. Sejak lahir sudah kita bangun. Tentu akan sulit untuk mengenali pemikiran yang ada dalam diri kita. Jika kita tidak mengenali, maka kita tidak bisa mengubahnya.

Lalu bagaimana cara kita mengubah mindset kita? Apa bisa? Tentu saja bisa. Kabar baiknya kita tidak perlu mengenali apa saja pikiran yang ada dalam diri kemudian mengubahnya satu persatu.

Ada sebuah metode yang efektif untuk mengubah mindset kita. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

Menetapkan Tujuan

Misalnya Anda ingin memiliki penghasilan lebih besar, sebab selama ini masih kurang. Anggap saja penghasilan Anda saat ini kecil.

Penghasilan Anda kecil itu karena disebabkan oleh mindset Anda yang selama ini ada. Artinya mindset Anda masih memiliki mindset yang membuat Anda berpenghasilan kecil. Untuk mudahnya, kita sebuat mindset receh.

Maka, Anda perlu mengubah mindset Anda menjadi mindset yang akan menghasilkan hasil yang besar. Untuk mudahnya kita sebut mindset milyaran. Artinya mengubah mindset receh menjadi mindset milyaran.

Tentu saja cara mencapai tujuan akan sesuai dengan peran Anda. Misalnya peran Anda sebagai karyawan, self employee, pebisnis, atau investor. Setiap peran akan memiliki mindset berbeda.

Mengetahui Mindset Sesuai Tujuan dan Peran Anda

Langkah selanjutnya Anda mulai mengumpulkan mindset sesuai tujuan Anda. Jika Anda ingin memiliki penghasilan milyaran, maka tugas Anda mengumpulkan mindset milyaran.

Kebanyakan orang bertanya apa saja yang perlu dilakukan untuk penghasilan milyaran? Ini bukan pertanyaan salah. Tapi tidak cukup. Sudah banyak orang yang berbagi cara meraih hasil milyaran, tetapi tetap saja tidak bisa. Sebab mindsetnya belum terbentuk.

Cara mengetahuinya adalah belajar kepada mereka yang mengetahui atau sudah meraih hasil milyaran. Baca buku, baca ebook, nonton video, menghadiri seminar, dan sebagainya.

Maka Anda perlu mengetahui mindsetnya dulu. Saat Anda membaca atau menyimak nasihat-nasihat dari orang yang sudah meraih hasil milyaran, temukan mindset dibalik apa yang mereka lakukan. Ini jauh lebih penting dibandingkan strategi dan teknis.

Kadang orang sukses mereka belum mengetahui ilmu tentang mindset, tetapi jelas mereka memiliki mindset sukses. Mindset itu bisa berbentuk prinsip, aturan, konsep, atau buah pemikiran lainnya. Temukan itu. Bisa Anda catat jika perlu.

Mungkin Anda akan menemukan banyak pemikiran. Tidak apa-apa memang seperti itu itu. Mindset itu mind + set. Artinya satu set pemikiran. Satu set itu isinya bisa banyak.

Menerima Mindset

Setelah kita mengetahui mindset, maka kita perlu menerimanya. Yaitu Anda setuju dengan pemikiran dan memiliki niat akan menerapkannya. Mengetahui saja tidak cukup, yang akan membentuk Anda hanya mindset yang Anda terima.

Banyak orang yang suka menolak mindset. Contohnya nyata adalah banyak orang yang menolak nasihat, pada dirinya sedang terpuruk. Dan ini mungkin terjadi pada diri Anda.

Penolakan ini disebabkan mindset lama Anda begitu kuat melekat di pikiran Anda. Maka secara otomatis akan menolak mindset baru.

Jadi proses menerima mindset ini tidak mudah. Kuncinya adalah pikiran jernih atau berpikir secara akurat, tanpa melibatkan emosi. Penolakan sering kali karena ada bias emosi. Meskipun, rasanya, penolakan kita logis.

Misalnya Anda menerima prinsip bisnis yang baru. Saat Anda mengetahui prinsip ini, perasaan Anda enggan untuk menerapkannya. Susah atau berat. Maka muncul penolakan. Kemudian alasan dicari-cari agar terlihat logis.

Penerimaan terhadap mindset baru adalah kunci perubahan Anda. Salah satu cara agar kita mau menerima mindset baru adalah dengan memiliki pikiran terbuka. Jika mindset baru meragukan, terima dulu, kemudian lakukan pengujian, jika memang salah, kita bisa kembali ke mindset lama atau menerima mindset baru lainnya.

Mengokohkan Dalam Diri Kita

Untuk sebagian kasus, menerima saja sudah cukup. Namun sebagian kasus membutuhkan pengokohan.

Jika berkaitan dengan bisnis, setelah kita menerima mindset baru, maka dengan mudah ini bisa menjadi kebijakan dan SOP perusahaan. Maka selanjutnya perusahaan menjalankan kebijakan dan SOP sesuai mindset baru.

Yang memerlukan pengokohan adalah mindset yang berkaitan dengan perilaku kita sehari-hari. Perilaku akan terbentuk secara otomatis jika mindset sudah tertanam di pikiran bawah sadar.

Pengokohan ini sering juga disebut dengan pemograman pikiran bawah sadar. Saya membahas lebih detil di ebook saya Beautiful Mind Power.

Fundamental Mindset

Ada mindset utama yang perlu kita miliki. Jika mindset ini tidak kita miliki, mindset yang lain akan tertolak. Apa itu? Mindset positif. Jika Anda selalu melihat segala sesuatu secara negatif, Anda hanya akan bisa menerima mindset negatif lainnya lagi.

Misalnya: bagi yang mindset negatif, dia akan menerima mindset ketidakjelasan. Dia akan mengatakan bahwa kejelasan itu tidak penting. Itu hanya membuat ribet.

Tapi bagi yang memiliki mindset positif, dia akan faham bahwa “keribetan” dalam membangun kejelasan akan membawa hasil yang baik.

Dan begitu yang lainnya. Pemikiran negatif akan cendrung menarik dan menerima pemikirian negatif lainnya. Sebaliknya, pemikiran positif akan menerima pemikiran positif lainnya.

Maka sangat penting untuk memulai membenahi pikiran dengan menanamkan pikiran positif atau mindset positif.

Tapi saya memiliki konsep yang lebih baik dibandingkan dengan positif, yang disebut dengan pemikiran indah. Kita tidak hanya melihat segala sesuatu secara positif, tetapi secara indah. Sehingga saya menyebutnya dengan istilah beautiful mind.

Dan kekuatan beautiful mind itu jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan berpikir positif.

Jika Anda ingin memiliki pikiran indah dan kekuatannya, silahkan pelajari Beautiful Mind Power, klik disini.

Dapatkan Update Via WhatsApp Channel

Dapatkan Update Via Telegram Channel

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *